Kemendukbangga/BKKBN Ajak Mahasiswa Maksimalkan Bonus Demografi

Kemendukbangga/BKKBN Ajak Mahasiswa Maksimalkan Bonus Demografi

17 October 2026 8 kali dibaca

Minahasa Utara, 16 Oktober 2026 – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mengajak mahasiswa Universitas Klabat untuk mengambil peran dalam memanfaatkan bonus demografi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, dalam kuliah umum di Universitas Klabat, Minahasa Utara, pada Jumat, 16/10/2026.

 

Dalam materi bertajuk Kapitalisme Bonus Demografi: The Future Is Our Hands, Deputi Bonivasius menekankan pentingnya menempatkan penduduk sebagai kekuatan pembangunan. Bonus demografi menjadi peluang ketika penduduk usia produktif memiliki pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan produktivitas yang memadai. Sebaliknya, peluang tersebut tidak akan optimal apabila tidak diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang unggul, berdaya saing, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan global. Karena itu, pembangunan kependudukan tidak cukup hanya berfokus pada jumlah penduduk, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, pemerataan kesempatan, dan kemampuan masyarakat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi maupun sosial.

 

“Bonus demografi bukan sekadar soal besarnya jumlah penduduk usia produktif, tetapi bagaimana kita memastikan mereka memiliki kualitas, kompetensi, dan kesempatan untuk berkontribusi bagi pembangunan. Inilah yang menjadi kunci agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bonivasius.

Materi kuliah umum juga menyoroti sejumlah tantangan kependudukan dan ketenagakerjaan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang belum merata, kesenjangan keterampilan, pekerja informal, hingga persoalan kemiskinan dan ketimpangan. Tantangan tersebut perlu dijawab melalui kebijakan yang terintegrasi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan produktivitas tenaga kerja, serta penciptaan kesempatan kerja yang layak bagi generasi muda.

 

Pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mengoptimalkan bonus demografi. Mahasiswa didorong tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kolaborasi, literasi digital, serta adaptasi terhadap perubahan. Kompetensi tersebut penting agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menciptakan peluang baru di tengah disrupsi teknologi.

“Mahasiswa harus mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup, tetapi perlu dilengkapi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Generasi muda yang berkualitas akan menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia di masa depan,” tambah Deputi Bonivasius.

 

Melalui kuliah umum ini, Kemendukbangga/BKKBN berharap mahasiswa Universitas Klabat dapat menjadi bagian dari generasi yang mempersiapkan masa depan Indonesia melalui peningkatan kapasitas diri dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Bonus demografi bukanlah keuntungan yang datang dengan sendirinya, melainkan peluang yang harus dikelola bersama melalui pendidikan berkualitas, pembangunan manusia, dan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Loading...