Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN: Mahasiswa KKM Diminta Putus Mata Rantai Stunting lewat Penguatan Pangan Desa

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN: Mahasiswa KKM Diminta Putus Mata Rantai Stunting lewat Penguatan Pangan Desa

10 August 2026 14 kali dibaca

CIREBON, Sabtu (8/8/2026) – Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng, mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) memanfaatkan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk memperbaiki ketahanan pangan keluarga di desa.
Ajakan itu disampaikan dalam sesi Focus Group Discussion pada Pembekalan KKM UMC 2026 di Convention Hall UMC, Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pembekalan ini diikuti peserta KKM UMC yang akan diterjunkan ke 53 desa.


Dalam paparannya, Bonivasius menyoroti paradoks di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. Ketiganya merupakan lumbung pangan, tetapi angka stunting tahun 2025 masih mencapai 18 persen di Cirebon, 22,7 persen di Kuningan, dan 18 persen di Majalengka.


“Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan stok makro,” kata Bonivasius. Menurut dia, di tingkat rumah tangga ada tiga syarat yang harus terpenuhi, yaitu akses fisik dan ekonomi, keterjangkauan harga, serta pemanfaatan pangan untuk gizi secara konsisten.

 

Ia meminta mahasiswa berperan memperpendek rantai pasok lokal yang selama ini dikuasai tengkulak, memetakan keluarga berisiko stunting, mengedukasi warga tentang gizi, hingga mengubah lahan tidur menjadi Pekarangan Pangan Lestari. Mahasiswa juga diharapkan mendampingi kelompok wanita tani dan petani dalam pengolahan hasil panen serta pemasaran.


Di akhir paparan, Deputi Bonivasius menegaskan arti penting KKM bagi mahasiswa. “KKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan laboratorium sosial nyata,” ujarnya.
 

Loading...