PTPK Hero Background

Membangun Sinergi Perguruan Tinggi Untuk Pembangunan Berwawasan Kependudukan

Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) adalah wadah kolaborasi yang dibentuk Kemendukbangga/BKKBN untuk mendukung percepatan penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan isu kependudukan lainnya.

Didukung oleh Perguruan Tinggi

Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor
Institut Teknologi Bandung
Institut Teknologi Bandung
Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada
Universitas Hasanuddin
Universitas Hasanuddin
Universitas Indonesia
Universitas Indonesia
Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman
Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Padjadjaran
Universitas Padjadjaran
Universitas Sebelas Maret
Universitas Sebelas Maret
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Tadulako
Universitas Tadulako
Universitas Udayana
Universitas Udayana
Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor
Institut Teknologi Bandung
Institut Teknologi Bandung
Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
Universitas Gadjah Mada
Universitas Gadjah Mada
Universitas Hasanuddin
Universitas Hasanuddin
Universitas Indonesia
Universitas Indonesia
Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman
Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Padang
Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Padjadjaran
Universitas Padjadjaran
Universitas Sebelas Maret
Universitas Sebelas Maret
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Universitas Tadulako
Universitas Tadulako
Universitas Udayana
Universitas Udayana

0

Anggota

0

Cakupan Provinsi

0

Program Kolaborasi

Wadah Sinergi
Lintas Kampus.

Lahir sebagai gerakan strategis nasional, Konsorsium PTPK menyatukan kekuatan akademisi, kampus, dan pemerintah. Kami membangun semangat kolaborasi mutlak—berdiri bersama menjawab tantangan kependudukan Indonesia melalui kerja sama lintas disiplin dan lintas wilayah.

Kolaborasi Wilayah

Sinergi gagasan akademisi dari seluruh nusantara.

Lintas Disiplin Ilmu

Menjawab isu kependudukan secara holistik dan nyata.

Gabung Sekarang
Logo PTPK
Riset Kolaboratif
Pengabdian Masyarakat
Kampus Berdampak
Matching Fund
Seminar & Workshop
Perumusan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan

Riset & Berita

Kabar terbaru dari akademisi PTPK

Jelajahi Semua
Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia
11 Sep 2025
Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia

Padang, 11 September 2025 — Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh 14 rektor perguruan tinggi negeri, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah.Mengusung tema “Membangun Penduduk Berkualitas, Keluarga Tangguh, dan Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Maju”, simposium ini merupakan hasil kolaborasi antara UNP dan BKKBN dalam mendukung Program Bangga Kencana serta visi Indonesia Emas 2045.Forum ini menegaskan pesan kunci bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga saat ini. Bonus demografi dipandang sebagai peluang besar yang hanya dapat dimanfaatkan apabila generasi muda tumbuh sehat, berpendidikan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan. Sebaliknya, tanpa penguatan keluarga dan pemerataan akses pendidikan, bonus demografi berpotensi menjadi tantangan pembangunan.Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof. Budi Setiyono, menekankan bahwa pembangunan kependudukan harus berlandaskan pada penguatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama bangsa. Hal ini diperkuat oleh Rektor UNP, Dr. Krismadinata, yang menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai penggerak solusi melalui riset, inovasi, dan kolaborasi dengan masyarakat.Lebih dari sekadar forum diskusi, simposium ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam pembangunan kependudukan, dengan keluarga sebagai pusat pembangunan menuju Indonesia Emas 2045

Simposium Kependudukan Nasional 2024 menjadi momentum strategis dalam mendorong transformasi kebijakan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045
10 Oct 2024
Simposium Kependudukan Nasional 2024 menjadi momentum strategis dalam mendorong transformasi kebijakan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045

Surakarta, 10 Oktober 2024 — Simposium Kependudukan Nasional 2024 menjadi momentum strategis dalam mendorong transformasi kebijakan kependudukan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2024 di Tower Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengangkat tema “Transformasi Kebijakan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045” dan melibatkan perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).Simposium ini menghadirkan ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis dalam pengelolaan penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 280 juta jiwa, karakter demografi menjadi modal besar yang perlu dikelola secara tepat melalui kebijakan yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan.Plt. Kepala BKKBN, Dr. Sundoyo, menegaskan bahwa kebijakan kependudukan harus disusun secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, guna meningkatkan kualitas hidup dan daya saing bangsa. Hal ini sejalan dengan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghasilkan perencanaan kependudukan yang efektif. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa isu kependudukan merupakan fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan.Simposium ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama menghadirkan para pemangku kebijakan yang membahas isu strategis seperti ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, serta capaian dan arah kebijakan SDGs di bidang kependudukan. Sesi kedua menghadirkan para rektor dari berbagai perguruan tinggi yang membahas beragam isu, mulai dari kemiskinan, kesehatan lansia, hingga dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara terhadap mobilitas penduduk.Selain itu, dibahas pula berbagai agenda strategis seperti percepatan penurunan stunting, pembangunan kota berkelanjutan, transformasi ekonomi, serta arah kebijakan pembangunan melalui Program Asta Cita. Simposium ini menjadi bukti nyata penguatan kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan kependudukan yang komprehensif dan berorientasi pada masa depan.

Loading...