Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia

Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia

11 September 2025 13 kali dibaca

Padang, 11 September 2025 — Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan masa depan Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh 14 rektor perguruan tinggi negeri, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah.

Mengusung tema “Membangun Penduduk Berkualitas, Keluarga Tangguh, dan Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Maju”, simposium ini merupakan hasil kolaborasi antara UNP dan BKKBN dalam mendukung Program Bangga Kencana serta visi Indonesia Emas 2045.

Forum ini menegaskan pesan kunci bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga saat ini. Bonus demografi dipandang sebagai peluang besar yang hanya dapat dimanfaatkan apabila generasi muda tumbuh sehat, berpendidikan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan. Sebaliknya, tanpa penguatan keluarga dan pemerataan akses pendidikan, bonus demografi berpotensi menjadi tantangan pembangunan.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof. Budi Setiyono, menekankan bahwa pembangunan kependudukan harus berlandaskan pada penguatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama bangsa. Hal ini diperkuat oleh Rektor UNP, Dr. Krismadinata, yang menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai penggerak solusi melalui riset, inovasi, dan kolaborasi dengan masyarakat.

Lebih dari sekadar forum diskusi, simposium ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam pembangunan kependudukan, dengan keluarga sebagai pusat pembangunan menuju Indonesia Emas 2045

Loading...